Agateware/id: Difference between revisions
Created page with "Teknik ''agateware'' telah digunakan dalam berbagai tradisi keramik dan menjadi sangat dikenal dalam dunia keramik Eropa pada abad ke-18. Metode tanah liat bermotif serupa juga ditemukan dalam tradisi keramik lainnya dan secara konseptual berkaitan dengan teknik-teknik seperti ''Nerikomi''." |
Created page with "Desain marmer yang dihasilkan dapat menyerupai pita yang mengalir, pola pusaran, atau guratan warna yang tidak beraturan. Karena pola tersebut menembus seluruh badan tanah liat, efek dekoratifnya tetap terlihat bahkan setelah proses pemangkasan atau pembentukan." |
||
| Line 11: | Line 11: | ||
Setelah dibentuk, karya keramik *agateware* biasanya diberi lapisan glasir transparan yang menonjolkan pola marmer alami pada tanah liatnya. | Setelah dibentuk, karya keramik *agateware* biasanya diberi lapisan glasir transparan yang menonjolkan pola marmer alami pada tanah liatnya. | ||
< | <span id="See_also"></span> | ||
== | == Lihat pula == | ||
* [[Nerikomi]] | * [[Nerikomi]] | ||
* [[Wheel Throwing (Rokuro)|Wheel throwing]] | * [[Wheel Throwing (Rokuro)|Wheel throwing]] | ||
Latest revision as of 19:27, 8 June 2026
Agateware adalah teknik dekorasi keramik yang menggabungkan dan mencampurkan tanah liat dengan warna-warna berbeda untuk menciptakan pola menyerupai marmer yang mirip dengan batu akik alami. Pola-pola tersebut terbentuk di dalam badan tanah liat itu sendiri, bukan sekadar diaplikasikan pada permukaannya.
Dalam teknik ini, perajin keramik menyiapkan bahan tanah liat yang telah diberi warna menggunakan pigmen mineral yang berbeda atau memanfaatkan warna alami tanah liat itu sendiri. Tanah liat tersebut kemudian ditumpuk, dipelintir, dilipat, atau dicampur secara ringan sebelum dibentuk menjadi wadah atau objek lainnya. Saat tanah liat dipotong, diregangkan, atau dibentuk menggunakan roda putar, pola-pola di bagian dalamnya akan tampak pada permukaan.
Desain marmer yang dihasilkan dapat menyerupai pita yang mengalir, pola pusaran, atau guratan warna yang tidak beraturan. Karena pola tersebut menembus seluruh badan tanah liat, efek dekoratifnya tetap terlihat bahkan setelah proses pemangkasan atau pembentukan.
Teknik agateware telah digunakan dalam berbagai tradisi keramik dan menjadi sangat dikenal dalam dunia keramik Eropa pada abad ke-18. Metode tanah liat bermotif serupa juga ditemukan dalam tradisi keramik lainnya dan secara konseptual berkaitan dengan teknik-teknik seperti Nerikomi.
Setelah dibentuk, karya keramik *agateware* biasanya diberi lapisan glasir transparan yang menonjolkan pola marmer alami pada tanah liatnya.